Cungkring Pak Jumat: Menjaga Rasa Langka Sejak 1975

Sumber: Liputan6.com

Bogor - Di tengah ramainya Suryakencana yang dipenuhi jajanan kekinian, terselip satu gerobak sederhana yang menyimpan cita rasa otentik khas Bogor. Cungkring Pak Jumat, kuliner langka yang sudah eksis sejak 1975, menjadi pengingat akan kekayaan rasa yang tak lekang oleh waktu.

Jika kamu pencinta kuliner tradisional, nama “cungkring” mungkin tak asing di telinga. Tapi bagi banyak generasi muda, cungkring terdengar seperti menu misterius. Padahal, cungkring adalah salah satu kuliner khas Bogor yang kini makin sulit ditemukan. Untungnya, Cungkring Pak Jumat, yang sudah berjualan sejak 1975, tetap setia menjaga kelezatan menu ini di tengah arus modernisasi rasa.

Berada di kawasan legendaris Jalan Suryakencana No. 285, gerobak sederhana milik Pak Jumat kerap jadi pusat perhatian pagi hari. Antrean pelanggan yang sabar menanti seporsi cungkring jadi bukti bahwa hidangan ini masih punya tempat di hati warga Bogor.

Cungkring sendiri terdiri dari potongan kikil sapi yang dimasak dengan bumbu kuning khas, menghasilkan rasa gurih yang lembut di lidah. Daging kikilnya empuk namun kenyal, menyerap sempurna bumbu rempah seperti kunyit, kemiri, dan bawang. Hidangan ini disajikan dengan lontong, tempe goreng, dan rempeyek yang diguyur sambal kacang kental beraroma harum. Tambahan kerupuk dan sambal pedas di sisi piring membuat rasanya semakin lengkap.

Yang membuat Cungkring Pak Jumat begitu istimewa bukan hanya rasanya yang konsisten sejak puluhan tahun lalu, tapi juga cara memasaknya yang masih mempertahankan cara tradisional. Semua bumbu digiling sendiri, kikil dimasak perlahan, dan bahan-bahan selalu segar. Tak heran jika banyak pelanggan setia datang dari berbagai sudut Bogor hanya untuk menikmati seporsi kenangan masa kecil.

Satu porsi cungkring dijual dengan harga mulai Rp18.000 hingga Rp25.000, tergantung isi dan tambahan yang diinginkan. Terjangkau, mengenyangkan, dan tentu saja lezat. Pak Jumat, yang kini telah mewariskan usaha ini ke anaknya, tetap menjaga kualitas dan rasa, seolah tak ingin membiarkan cita rasa lokal ini hilang ditelan zaman.

Cungkring Pak Jumat buka setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dan biasanya sudah habis sebelum pukul 11.00. Maka, kalau ingin mencicipinya, pastikan datang pagi-pagi. Lokasinya sangat mudah ditemukan, hanya beberapa meter dari Klenteng Hok Tek Bio yang ikonik.

Lebih dari sekadar makanan, cungkring adalah warisan kuliner yang patut dijaga. Di tengah menjamurnya makanan viral, Cungkring Pak Jumat tetap jadi simbol kejujuran rasa dan ketekunan dalam menjaga tradisi. Rasanya yang khas, teksturnya yang unik, serta suasana berjualannya yang sederhana membuat banyak orang tak hanya datang untuk makan, tapi juga untuk mengenang masa lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rustic Market Sentul: Nuansa Eropa di Tengah Alam Bogor

Prasasti Batu Tulis: Cerita Kerajaan yang Terukir Abadi

Toge Goreng, Kuliner Legendaris Bogor yang Tak Pernah Digoreng