Prasasti Batu Tulis: Cerita Kerajaan yang Terukir Abadi
![]() |
| Sumber: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia |
BOGOR – Di balik keramaian kota Bogor yang terus tumbuh modern, ada sebuah peninggalan sejarah yang diam-diam menyimpan kisah kejayaan masa lalu. Namanya Prasasti Batu Tulis, sebuah batu besar dengan ukiran aksara kuno yang berdiri tegak di Jalan Batu Tulis, Bogor Selatan. Meski tak semegah monumen atau istana, batu ini memegang peranan penting sebagai bukti keberadaan dan kemegahan Kerajaan Sunda Pajajaran.
Prasasti ini dibuat sekitar tahun 1533 M oleh Prabu Surawisesa, putra dari Sri Baduga Maharaja raja besar yang lebih dikenal sebagai Prabu Siliwangi. Prasasti tersebut berisi penghormatan seorang anak kepada ayahnya, sekaligus menjadi pengingat akan kebesaran sang raja. Menariknya lagi, tulisan pada batu ini tidak menggunakan aksara Latin seperti yang kita kenal, melainkan ditulis dalam aksara Sunda Kuno dan menggunakan bahasa Sunda Kuno juga. Saat ini, hanya sedikit orang yang mampu membaca isi prasasti tersebut, membuat salah satu peninggalan yang langka dan bernilai tinggi.
Tak hanya dari sisi bahasanya, isi prasasti juga mengungkap beberapa detail menarik, salah satunya adalah keberadaan gajah di lingkungan kerajaan. Disebutkan bahwa kerajaan Pajajaran memiliki pasukan berkuda dan bergajah. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa itu, gajah bukan hanya binatang eksotis, tetapi juga simbol kekuasaan sekaligus kekuatan militer. Fakta ini memperkaya gambaran kita tentang betapa megahnya kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah Bogor ini.
Lokasi Prasasti Batu Tulis sangat strategis dan mudah diakses. Letaknya hanya sekitar 10 menit dari pusat kota atau dari Istana Kepresidenan Bogor. Saat ini, prasasti berada dalam bangunan pelindung dan telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya nasional. Suasana di sekitarnya cukup tenang dan cocok untuk kamu yang ingin mengunjungi tempat bersejarah tanpa harus masuk ke museum besar. Karena bentuk dan isi prasasti yang unik, banyak peneliti, pelajar, hingga wisatawan sejarah datang ke sini untuk belajar langsung dari sumbernya.
Nama “Batu Tulis” sendiri awalnya bukan nama tempat, melainkan merujuk langsung pada keberadaan prasasti ini. Karena keunikan dan pentingnya batu tersebut, akhirnya wilayah di sekitarnya pun dinamakan “Batu Tulis”. Jadi, bisa dibilang, bukan tempat yang memberi nama pada batu ini, melainkan batu ini yang memberi nama pada daerahnya. Sebuah detail kecil yang memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh sejarah terhadap identitas kota Bogor.
Kini, di tengah derasnya arus modernisasi, Prasasti Batu Tulis berdiri tegak sebagai pengingat masa lalu. Ia menjadi simbol bahwa Bogor bukan hanya kota hujan dengan sejuta kuliner dan tempat wisata, tapi juga kota yang menyimpan kisah kerajaan besar yang pernah berjaya. Bagi para pencinta sejarah atau sekadar ingin tahu sisi lain dari Bogor, Prasasti Batu Tulis layak masuk daftar bagi yang ingin berkunjung kesini.

Komentar
Posting Komentar