Tanah Bergerak di Bojong Koneng, Puluhan Rumah Rusak, Warga Mengungsi
![]() |
| Foto: Dok.Detik.com |
Desa Bojong Koneng, Bogor, 9 Maret 2025 - 67 rumah mengalami kerusakan yang begitu parah, dan 168 jiwa terpaksa mengungsi. Pemerintah tengah menyiapkan relokasi, sementara BPBD dan instansi terkait terus memberikan bantuan darurat kepada masyarakat yang terkena dampak dari kejadian ini (5/3/2025).
Desa
Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mengalami bencana
tanah bergerak yang mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah dan fasilitas
umum. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama
beberapa hari, menyebabkan tanah menjadi labil dan memicu pergerakan tanah di
beberapa titik.
Fenomena
tanah bergerak ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah Bojong Koneng.
Sebelumnya, di tahun 2022, wilayah ini juga mengalami kejadian serupa yang
menyebabkan retakan di beberapa rumah dan jalan desa. Namun, kejadian kali ini
lebih parah karena luas area terdampak lebih besar dan jumlah warga yang harus
mengungsi menjadi meningkat.
Menurut
laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sebanyak 67
rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Beberapa
rumah mengalami retakan ringan, sementara yang lain rusak berat hingga tidak
dapat dihuni lagi. Selain itu, akses jalan menuju Curug Bidadari, salah satu
destinasi wisata populer di kawasan tersebut, juga mengalami kerusakan akibat
pergerakan tanah yang menyebabkan jalan retak dan ambles di beberapa bagian.
Sebanyak
43 kepala keluarga dengan total 168 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang
lebih aman. Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyediakan hunian sementara bagi
para warga yang terdampak. Beberapa keluarga ditempatkan di kontrakan yang
masih berada di wilayah Bojong Koneng, sementara yang lain memilih mengungsi ke
rumah kerabat mereka.
"Kami sangat khawatir karena tanah terus bergerak. Rumah saya retak cukup parah, jadi saya terpaksa mengungsi ke rumah saudara dulu. Sampai sekarang, saya belum tahu harus bagaimana kedepannya. Saya hanya berharap akan ada solusi dari pemerintah, terutama terkait tempat tinggal saya dan penduduk lainnya ke depan." Ucap Yuni Astuti penduduk yang terkena dampak dari kejadian ini.
Para
warga yang terdampak berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret
untuk menangani masalah ini. Beberapa dari mereka menyatakan kekhawatiran bahwa
kejadian tanah bergerak bisa kembali terjadi jika tidak ada upaya mitigasi yang
serius. Mereka berharap adanya solusi jangka panjang yang bisa menjamin
keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka di wilayah tersebut.
Bencana
tanah bergerak ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap
kondisi cuaca ekstrem serta perlunya mitigasi bencana di wilayah yang rawan
longsor dan pergerakan tanah. Pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat
diharapkan dapat bekerja sama dalam penanganan serta pemulihan pascabencana.

Komentar
Posting Komentar